(Sepenggal kisah pahit untuk mengenang Nikita)
“Kamu mungkin menemukan cinta dankehilangannya tapi ketika cinta itu mati,kamu TIDAK perlu mati bersamanya…”
Panorama pantai Cilincing di sore hari terasa indah. Hembusan
angin yang sepoi-sepoi melenakan siapa saja. Matahari tampak malu-malu
bergulir di bibir cakrawala lalu meluncur anggun mencium permukaan laut.
Detik berganti menit dan menit terus berjalan, perlahan-lahan laut
mulai menghitam. Perlahan namun pasti bola matahari itu terbenam. Ruas
cahaya terakhir yang dipancarkannya membiaskan sapuan jingga ke langit.
Menciptakan panorama yang memancing desah kagum bagi siapa saja yang
melihatnya.
Tidak jauh dari bibir pantai
Cilincing, ada sebuah Pura. Sebuah pura megah yang berdiri dan menjadi
saksi bisu kemesraan yang setiap hari dilukiskan oleh laut dan matahari.
Nikita membenamkan tubuhnya dalam pelukan mesra kekasihnya. Dewantara
hanya membelai mesra rambut hitam Nikita yang diterpa angin.
Dalam naungan cuaca yang mulai meredup. Ketika kegelapan yang samar mulai menyapa, mereka semakin mesra.
“Seperti matahari dalam pelukan laut,” bisik Nikita terharu. “Kita tak akan saling melepaskan meski apa pun yang terjadi.”
Dewantara menggenggam erat tangan
Nikita. Seakan ingin menyimpan dan mengabadikannya dalam relung hatinya
yang paling dalam. Detik berikutnya, Dewantara memandang wajah
kekasihnya dengan penuh kasih sayang. Meski kegelapan mulai menyapa
namun itu tak mampu melenyapkan pancaran keindahan wajah Nikita.
Rambutnya yang tergerai bebas melewati bahu, kusut dibelai angin senja,
menebarkan keharuman yang menggoda. Sementara desah nafasnya yang
hangat, aroma tubuhnya yang semerbak, membuatnya tak pernah bosan
walaupun mereka selalu bergelimang dalam madu kasih.
Nikita tidak ingin kehilangan Dewantara. Kalau boleh memilih, dia ingin berada disamping Dewantara untuk selama-lamanya.
Namun dorongan gelombang cinta yang
demikian besar, memaksanya meraih pilihan lain. Karena dia sadar, cinta
selalu memberi. Bukan meminta. Menuntut. Menguasai.
“Akan ada seorang gadis yang akan datang menggantikanku, sayang,” bisiknya lembut di antara desau angin yang menerpa.
“Aku berjanji akan mengirimkannya
untukmu. Untuk mendampingimu. Mencintaimu. Seorang gadis yang sepertiku
bahkan lebih. Yang disediakan Tuhan untukmu.”
“Tidak,” Dewantara menggelengkan kepalanya sambil menggigit bibirnya menahan tangis.
“Tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan tempatmu di hatiku.”
Dewantara menaruh seraut wajah
Nikita di antara kedua belah tangannya. Seolah-olah dia menimang
sebentuk piala berlian yang sangat berharga.
“Dia akan terbit seperti matahari
esok pagi,” gumam Nikita halus. “Setelah malam yang gelap, dia akan
merekah di bibir cakrawala. Begitu kamu melihatnya, kamu tahu aku yang
mengirimkannya untukmu.”
Dari kejauhan, anak-anak jalanan
yang memakai baju bertuliskan HORE (house of revival) lagi lesehan di
pantai bernyanyi sambil bermain gitar. Senandung lagu lembut yang mampu
menggetarkan hati Dewantara.
September settles softly
leaves are starting to fall,
and I recall
the last time you were here,
your laughter a melody that lingers still
leaves are starting to fall,
and I recall
the last time you were here,
your laughter a melody that lingers still
There’s a hole in my heart so i’ll carry it
whereever i go, like a treasure that travels
with me down every road,
There’s this lonely loss so deep, Kinda
bitter kinda sweet, there a hole in my
in the shape of you
whereever i go, like a treasure that travels
with me down every road,
There’s this lonely loss so deep, Kinda
bitter kinda sweet, there a hole in my
in the shape of you
Time steals so swiftly
as children having children of their own,
and around life’s merry-go round goes
and there you are wanting what you can not hold
as children having children of their own,
and around life’s merry-go round goes
and there you are wanting what you can not hold
There’s a hole in my heart and i carry it
wherever i go, like a treasure that travels
with me down every road,
There’s this lonely loss so deep, Kinda
bitter kinda sweet, there a hole in my
in the shape of you
wherever i go, like a treasure that travels
with me down every road,
There’s this lonely loss so deep, Kinda
bitter kinda sweet, there a hole in my
in the shape of you
Even though my heart aches theres a smile
on my face cause just like a window to heaven,
theres a light shining through this hole in my heart
on my face cause just like a window to heaven,
theres a light shining through this hole in my heart
Theres a hole in my heart,
Theres a hole in my heart,
Theres a hole in my heart,
But its in the shape of you
Theres a hole in my heart,
Theres a hole in my heart,
But its in the shape of you
( Shape Of You - Jewel)
………………….
Dewantara terbangun dari tidurnya.
Ia mengatur nafasnya. Mimpinya seolah-olah nyata. Sudah 12 malam
berturut-turut dia memimpikan Nikita kekasihnya yang telah
meninggalkannya karena kecelakaan. Dewantara bangkit dan meraih gunting
kuku yang sudah dipersiapkannya untuk diberikan tepat ULTAH Nikita yang
ke tujuh belas. Gunting kuku manis yang sengaja dipesannya. Gunting kuku
yang bertuliskan namanya dan Nikita. Kenangan yang akan selalu
tersimpan dihatinya adalah saat-saat dimana Nikita memotong kukunya yang
panjang.
Tiba-tiba blackberry barunya
berbunyi. Ada pesan yang masuk. Di raihnya BB yang tergeletak tidak jauh
dari tangannya. Dengan mata yang berat dibacanya sebuah pesan dari
Admin @yakuza_xtm
“Cinta baru sempurna jika terasa
menyayat, seperti segumpal tanah liat yang akan baru tampil indah
setelah dipahat. Cinta menjadi abadi jika tak terjangkau. Ibarat bumi
selalu mengitari matahari. Karena tak mampu meraihnya, selamanya menjadi
bayangan yang tak terengkuh….
Ditinggalkan jauh lebih menyakitkan
daripada diputuskan. Namun lebih menyakitkan lagi ketika kita tidak
mengerti bahwa terkadang Tuhan izinkan kita kehilangan seseorang untuk
kebaikan kita sendiri….. Kehilangan akan membuat kita merasa rapuh tapi
disisi lain kehilangan bisa membuat kita tegar.
Tetapi sesuatu yang hilang belum
tentu meninggalkan kekosongan, karena jejak-jejak yang ditinggalkannya
tak pernah benar-benar hilang. Maka, mari belajar untuk mencintai
kehilangan itu, karena ia adalah bagian alamiah dari hidup.
Kehilangan membuat banyak pelajaran
dan pengalaman baru buat kita. Kita dapat menerima dengan baik proses
itu, menerima diri kita sendiri. Kata orang bijak, manusia tak memiliki
apa-apa kecuali pengalaman hidup.
Kita sadar kita tak pernah
memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan
ketika kita kehilangan. Kemenangan hidup bukan berhasil mendapat banyak,
tetapi ada pada kemampuan menikmati apa yang didapat tanpa menguasai.
Pelajaran dari beberapa kehilangan, bahwa dalam setiap kehilangan ada
pembelajaran yang membuat jiwa makin dewasa. Atau mungkin menjadi sebuah
proses lepasnya sebuah ego dalam diri.
Di saat kehilangan, kita jadi
meringkuk seperti bayi yang tak punya kuasa. Menyadari bahwa sekuat
apapun jiwa dan diri, setiap hidup tak pernah lepas dari kehilangan.
Bahwa cerita di dunia ini bukan hanya celoteh kita, tapi ada celoteh
lain yang harus didengarkan, dipenuhi dan dijalankan. Tak lain demi
harmonisasi.“
Dewantara memejamkan matanya. Air matanya jatuh tak tertahan. Kini dia menyadari kehilangan bukan segala-galanya.
This thing called love I just can’t handle it
this thing called love I must get round to it
I ain’t ready
Crazy little thing called love
This (This Thing) called love
this thing called love I must get round to it
I ain’t ready
Crazy little thing called love
This (This Thing) called love
It cries (Like a baby)
In a cradle all night
It swings (
It jives
It shakes all over like a jelly fish,
I kinda like it
Crazy little thing called love
There goes my baby
She knows how to Rock n’ rollShe drives me crazy
She gives me hot and cold fever
Then she leaves me in a cool cool sweat
I gotta be cool relax, get hip
Get on my track’s
Take a back seat, hitch-hike
And take a long ride on my motor bike
Until I’m ready
Crazy little thing called love
I gotta be cool relax, get hip
Get on my track’s
Take a back seat, hitch-hike
And take a long ride on my motor bike
Until I’m ready (Ready Freddie)
Crazy little thing called love
This thing called love I just can’t handle it
this thing called love I must get round to it
I ain’t ready
Crazy little thing called love
Crazy little thing called love
Crazy little thing called love
Crazy little thing called love





Tidak ada komentar:
Posting Komentar